Solusi upload poto tanpa model release di shuttertock

 Solusi upload poto tanpa model release


Rasa malas terkadang datang menghampiri disaat kita capek,jenuh ataupun bosan dan rasa malas juga di sebapkan oleh suatu pekerjaan yang bukan kita kerjakan karena hobi atau bisa juga sesuatu yang kita kerjakan upahnya tidak sesuai, jadi penyebab rasa malas itu banyak dan beragam.


Mungkin kalian juga pernah mengalami rasa malas untuk melakukan sesuatu, sedikit cerita mengenai pengalaman pribadi. Pada suatu hari saya mengantar seorang teman kepasar untuk belanja. 


Jadi suasana di pasar sangat ramai banyak orang melakukan aktivitas jual beli, ketika itu saya menyempatkan diri untuk mengambil poto dengan smartphone saya.


Sambil menunggu teman yang sedang berbelanja di pasar, saya duduk di kursi tempat orang yang berjualan es. Hari yang panas rasa haus pun menghampiri, saya langsung pesan segelas es jeruk.


Di temani segelas es jeruk, saya mengedit dan meng upload hasil poto yang saya ambil melalui smartphone. Sebelum poto saya upload saya tahu dalam poto saya terdapat merek,logo dan wajah seseorang sangat nampak jelas, itu tandanya poto tersebut harus di sertai dengan model release.


Saya berpikir jika poto tersebut saya buatkan model release, maka akan membutuhkan waktu yang cukup panjang itupun kalau mendapat persetujuan dari mereka yang saya poto di pasar, jadi menurut saya cukup ribet dan memang dasarnya saya juga malas membuat model release.

Baca juga : cara daftar di shuttertock

Jadi satu satunya solusi yang saya ambil, agar poto saya tetap di approved tanpa model release ,saat meng-upload ke shuttertock saya masukkan poto saya kedalam kategori editorial.


Foto editorial hanya boleh dipakai untuk keperluan yang bersifat informasi atau editorial seperti berita di media online, majalah, surat kabar serta edukasi dan tidak boleh digunakan untuk keperluan komersial atau promosi apapun,Karena mengusung unsur jurnalistik.


Pada keterangan gambar untuk foto editorial, kita harus mencantumkan nama kota, nama negara, tanggal hari, bulan dan tahun saat mengabadikan foto tersebut. Selanjutnya, kita tinggal memasukkan keterangan gambar sesuai pedoman jurnalistik, yakni 5 W + 1 H.

Apa itu 5 W + 1 H? Kalian yang paham jurnalistik pasti tahu tentang ini. Yakni What, Where, Who, Why, When dan How. 

Baca juga : menjual poto di shuttertock

Di bawah ini contoh poto yang saya ambil di pasar tanjungpandan, kabupaten belitung dengan menggunakan kamera smartphone, dan berhasil approved di shuttertock contributor tanpa model release.







Anda bisa mendownload poto tersebut diatas melalui menu download yang tersedia atau anda juga bisa mendownload poto tersebut di microstock atau agensi lainnya seperti :

➡️ Shuttertock 

➡️ Eyeem 

➡️ Deposit photo









Komentar